Berjuta Jiwa, Satu Kiblat

25/05/2016

Februari lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Tanah Suci bersama keluarga. Beberapa hari ini entah kenapa sering teringat dan rindu dengan suasana di Tanah Suci. Saya pun akhirnya membuka folder perjalanan umroh yang telah beberapa bulan tersimpan rapi, hingga mengingatkan kembali pada perasaan paling syahdu dan damai yang pernah saya alami.
Masjid Nabawi, Medina

Masjid Quba, Medina

Kebun Kurma, Medina




Pertama kali menginjakkan kaki di Saudi Arabia, tepatnya di kota Jeddah waktu itu cukup dingin sekitar dua puluh derajat. Agak berbeda dari yang saya bayangkan, dimana biasanya Negara ini terkenal dengan cuaca panasnya. Oh ternyata pada bulan Februari memang sedang musim dingin, Alhamdulillah ya.

Sesampai di Jeddah langsung berangkat menuju Madinah, yang ternyata bersuhu jauh lebih dingin lagi. Setiap berangkat subuh ke Masjid Nabawi, suhu di Madinah bisa mencapai dua belas derajat (seneng juga sebenernya karena koleksi outfit musim gugur jadi bisa kepake disini, hahaha). Anyway, selama di Madinah kegiatan utamanya memang beribadah di Masjid Nabawi, karena menurut sabda Rasulullah beribadah di Masjid ini pahalanya seribu kali lipat. Menurut sejarah, Masjid Nabawi merupakan Masjid yang dibangun oleh Rasulullah disamping rumah beliau setelah hijrahnya dari Mekkah, jadi bisa juga langsung berziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW (Raudhah) yang berada tepat di sebelah Masjid ini. Kesan saya tentang Masjid Nabawi sih selain super luas juga super bersih, jadi betah banget ibadah disini dan didukung suasana religi bikin lebih rajin ibadah juga karena semua kegiatan berdagang selalu berhenti tiap adzan berkumandang, semua orang berbondong-bondong berangkat ke Masjid. Faktanya, hanya umat muslim yang bisa masuk Tanah Haram (Mekkah dan Madinah) jadi rasa syahdu berada di lingkungan yang selalu mengingatkan kita untuk ibadah dan sedekah ini juga salah satu yang bikin saya rindu.

Selain Masjid Nabawi, banyak juga destinasi yang dikunjungi di Madinah termasuk Museum Asmaul Husna, Masjid Quba (masjid pertama di dunia), Masjid Qiblatain (masjid dengan dua kiblat), Jabal Uhud (tempat perang umat islam dengan kafir Quraisy) dan juga Kebun Kurma. Selanjutnya dari Madinah perjalanan berlanjut menuju Mekkah, tempat utama untuk melaksanakan inti dari ibadah umroh melalui Bir Ali untuk mengambil Miqat (batas dimulainya ibadah, dengan mengenakan ihram dan berniat umroh).


Masjid Bir Ali

Masjidil Haram, Mecca
Holy Ka'ba, Mecca 
Bukit Shafa Marwah, Mecca

Jabal Rahmah, Arafah

Sesampainya di Mekkah, dengan terkantuk-kantuk langsung bersiap menuju Masjidil Haram untuk melakukan serangkaian inti ibadah umroh. Pertama kali melihat Ka'bah rasanya ngga bisa dijelaskan tapi yang pasti rasanya campur aduk antara senang, terharu, merinding, dan takut karena rasa bersalah atas dosa selama hidup yang tetiba muncul dan mendadak flashback di kepala + keinginan memperbaiki semua itu. Literally unexplainable feelings I have in a day, but overall super happy to be there. Satu hal yang saya sadari ketika itu, dari sekian juta umat muslim yang mendedikasikan setiap harinya untuk berlomba-lomba dalam beribadah disana, saya jadi ngerasa kecil banget selama ini kemana aja dan sudah ngapain aja ya (dalam hal spiritual). Hikmahnya, selalu ada hal yang perlu dirubah, diperbaiki dalam hidup setiap manusia terutama diri saya sendiri, hehehe. Well, semoga ada kesempatan untuk berkunjung lagi ke Tanah Suci yang selalu dirindukan ini. Untuk teman-teman yang belum berkesempatan juga semoga bisa segera mengunjungi rumah Allah ya :)


email
CONTACT
ainihanifa@gmail.com