Ijen the Acid Beauty

23/05/2016

Antara percaya dan ngga percaya sama diri sendiri yang bisa-bisanya naik Ijen untuk ketiga kalinya. 

Kalau mengingat pengalaman pertama di tahun 2013, setelah turun dari Ijen udah bertekad dalam hati "udah ya, ini pertama kali dan terakhir deh naik Ijen, ngga akan pernah lagi". Secara kondisi saat itu memang bikin jera banget. Pertama, hujan ditengah perjalanan bikin jalan yang menanjak itu jadi licin. Kedua, ngga survey dulu soal medannya yang ternyata lumayan berat buat pemula yang ngga rajin olahraga seperti saya + ngga latihan fisik sebelum berangkat karena rencana perjalanannya bisa dibilang impulsif. Ketiga, kepagian berangkat sehingga sampai puncak udah menggigil karena ngga ada persiapan jas hujan sampai rasanya udah mau mati kedinginan, bener deh. Alhasil gagal lihat bluefire karena ngga kuat menunggu bluefire keluar dan beberapa teman udah terlihat pucat dan membeku, akhirnya kami memutuskan untuk turun.

Pengalaman kedua, entah kenapa di awal tahun 2016 ini muncul lagi keinginan untuk menakklukan bluefire yang hanya ada dua di dunia. Berangkatlah saya di bulan April lalu, yang alhamdulillah cuaca super cerah dan lancar selama perjalanan trekking tiga kilometer dari paltuding sampai puncak kawah Ijen + turun satu kilometer ke kawah untuk melihat bluefire dari jarak terdekat bahkan sempat ngobrol sambil melihat proses  para penambang belerang. Yeay!




Terakhir, yaitu karena Ijen sendiri ikon utama Banyuwangi sehingga termasuk dalam rangkaian ITdBI 2016 di bulan Mei ini akhirnya berangkat lagi deh (satu tahun dua kali banget nih naik Ijen, hahaha). Well, karena perjalanan kedua berjalan lancar, saya udah santai aja untuk perjalanan ketiga ini. Tapi sayangnya sampai di puncak ternyata lagi kabut, akibatnya teman-teman blogger jadi ngga dapat pesona bluefire dan ngga diperbolehkan turun ke kawah.

Jadi, ini tips tipis-tipis buat pemula yang pada mau naik Ijen :
  • Sebisa mungkin hindari musim hujan, tapi tetap bawa jas hujan untuk jaga-jaga
  • Pakai baju senyaman mungkin, ketebalan atau lapisan bisa disesuaikan dengan temperatur tubuh masing-masing, buat yang kurang tahan sama suhu dingin (seperti saya) disarankan pake baju thermal, syal dan sarung tangan
  • Untuk yang ngga biasa olahraga teratur, lebih baik latihan fisik seminggu sebelumnya (supaya pas udah turun Ijen ngga jompo, hahaha)
  • Bawa senter/penerangan, kalau punya head lamp lebih nyaman
  • Bawa air minum dan cokelat secukupnya, jangan bawa beban terlalu banyak
  • Mulai naik jam dua dini hari supaya nyampe atas ngga kepagian (dengan jalan normal bisa ditempuh 1,5 jam dan kalau jalan santai banyak berhenti bisa 2-3 jam) Disesuaikan aja sama kemampuan fisik masing-masing dan jangan terlalu memaksa/tergesa-gesa kalau seandainya sudah mulai lelah sempatkan istirahat ya, yang penting sampai dengan selamat dan senang! :)



email
CONTACT
ainihanifa@gmail.com