Taman Nasional: Baluran vs Alas Purwo

16/05/2016



Salah satu hal yang membuat saya jatuh cinta pada perjalanan adalah setiap pelajaran baru yang akan saya dapatkan. Bagi saya, seumur hidup adalah untuk terus belajar dan mungkin ini salah satu caranya. Well, selain itu saya juga suka tantangan, karena tidak ada perjalanan eksplorasi yang mudah untuk dilakukan (terutama untuk destinasi dengan keindahan maksimal). Jadi, untuk sebagian teman yang menganggap bahwa perjalanan saya terlihat mudah dan menyenangkan, jangan mudah percaya. Selalu ada pengorbanan dan hambatan di tengah perjalanan yang harus dilalui demi mencapai destinasi.

Nah, salah satu pelajaran yang saya petik dari perjalanan ini, Pesona Banyuwangi membuka mata saya bahwa Banyuwangi (yang sebelumnya hanya kabupaten yang seringnya saya lewati saja jika hendak pergi ke Bali) ternyata memiliki banyak sekali tempat yang bisa di eksplorasi. Faktanya, dua dari sekian taman nasional terpopuler di Indonesia ini berada di kawasan Banyuwangi, yaitu Taman Nasional Baluran dan Alas Purwo. Ya, taman nasional kini bukan lagi sekedar tempat untuk meneliti flora dan fauna, tetapi juga sudah banyak yang tertarik untuk berpetualang menjelajahi taman-taman nasional ini.


Taman Nasional Baluran

Dikenal sebagai Africa Van Java. Secara administratif, Taman Nasional Baluran terletak di Kabupaten Situbondo namun jaraknya lebih dekat dari Banyuwangi. Letaknya memang berada di perbatasan antara Situbondo dan Banyuwangi. Akses dari gerbang utama menuju kedalam area Savana sekitar 12 kilometer dengan jalanan yang tidak begitu mulus tetapi relatif mudah dilewati menggunakan motor atau mobil.

Sesampainya di Savana Bekol, kami disambut ratusan monyet yang berkeliaran bebas dan beruntung jika bertemu dengan segerombolan rusa dan banteng (disarankan datang pagi sekitar pukul 07.00 WIB atau sore pukul 15.00 WIB jika ingin menemukan sekumpulan fauna yang sedang keluar dari sarangnya)





Selain menikmati keindahan Savana dan Gunung Baluran, jangan lupa untuk mampir ke Pantai Bama dan Mangrove Trail tersembunyi yang masih terdapat di dalam kawasan Taman Nasional Baluran.



Taman Nasional Alas Purwo

Merupakan kawasan hutan Jati yang memiliki luas dua kali lipat dibandingkan Baluran, juga akses perjalanan menuju Alas Purwo yang lebih jauh dan berliku karena letaknya berada di ujung timur tepatnya di semenanjung Blambangan bagian selatan Banyuwangi. Dikarenakan jarak tempuh yang relatif lebih jauh dan medan lebih sulit, disarankan untuk meluangkan waktu setidaknya dua hari satu malam untuk menetap di kawasan Alas Purwo ini jika ingin eksplorasi secara maksimal.

Uniknya, banyak misteri dibalik keindahan alam yang ada di Alas Purwo ini. Menurut masyarakat sekitar, Alas Purwo merupakan Kerajaan terbesar makhluk halus di Jawa. Lebih dari tiga puluh gua yang digunakan untuk bersemedi. Selain itu, di ujung selatan kawasan Alas Purwo terdapat satu kawasan situs Hindu peninggalan kerajaan Majapahit. Setiap tahunnya, ribuan umat Hindu berkunjung ke Pura Giri Selaka yang berada di tengah kawasan Alas Purwo ini.










Terlepas dari segala misteri tentang hutan tertua di Jawa ini, saya pribadi lebih suka Alas Purwo dibandingkan Baluran. Selain banyak tempat yang masih bisa di eksplorasi, juga suasana yang masih segar dan alami bisa saya rasakan ketika mengunjungi kawasan Alas Purwo. Spot terbaik menurut saya selain hutan Jati adalah Savana Sadengan. Dari sana saya bisa melihat sekumpulan burung merak, kerbau jawa, rusa, kijang dan masih banyak lagi spesies lain yang berkeliaran bebas. Jika bosan dengan suasana hutan, mampir juga ke Pantai Triangulasi atau pantai-pantai lain yang masih merupakan bagian dari kawasan Alas Purwo.

email
CONTACT
ainihanifa@gmail.com